http://img264.imageshack.us/img264/7575/image16kn8.gifrel='SHORTCUT ICON'/> MucHy Area: BAB V KALKULASI BIAYA PROSES

Kamis, 12 April 2012

BAB V KALKULASI BIAYA PROSES


BAB IV
KALKULASI BIAYA PROSES


A.        Pendahuluan
            Pada perusahaan pabrikasi, unit-unit biasanya melalui serangkaian departemen produksi menuju langkah penyelesaian. Pada setiap departemen bahan baku, tenaga kerja dan overhead akan diperlukan. Meskipun dengan pola produksi yang berbeda, mungkin dengan sequential processing atau  parallel processing. Biaya-biaya yang digunakan akan dikalkulasi dengan biaya proses.
            Karakteristik biaya proses secara umum adalah sbb :
1.                   Produk yang dihasilkan homogen.
2.                  Biaya diakumulasi berdasarkan proses atau departemen.
3.                  Biaya per unit dihitung melalui pembagian biaya proses satu periode dengan unit yang diproduksi dalam periode tersebut.
            Proses pencatatan untuk setiap proses sama dengan kalkulasi biaya pesanan. Khusus untuk biaya akumulasi akan diakumulasi oleh departemen selama periode waktu tertentu dan dilaporkan dalam laporan produksi yang berisi tentang biaya transfer dan menyediakan informasi mengenai unit fisik yang diproses dalam satu departemen dan biaya-biaya yang mengikuti.



B.        Dampak Persediaan Barang Dalam Proses terhadap Kalkulasi Biaya Proses.
Tujuan : Mahasiswa dapat memahami ekuivalensi dan peranannya dalam kalkulasi biaya proses. Dan mengerti perbedaan antara metode rata-rata tertimbang dan metode FIFO dari akuntansi biaya proses.
            Adanya persediaan barang yang dimiliki oleh perusahaan akan mempengaruhi kalkulasi biaya pesanan. Apabila tidak ada persediaan akhir, berapa unit yang akan diproduksi. Akan diselesaikan dengan unit produksi ekuivalensi. Perlakuan terhadap persediaan awal diselesaikan dengan pendekatan rata-rata tertimbang dan FIFO.

1.                   Unit Produksi Ekuivalen
            Secara definisi barang dalam proses akhir belum diselesaikan. Jadi unit yang telah diselesaikan dan ditransfer keluar selama periode tidak ekuivalen dengan persediaan akhir barang dalam proses dan biaya yang dikenakan pada kedua unit boleh tidak sama.
Figur 4.1
Unit Produksi Ekuivalen

Konsep












100 unit jadi



= 100 unit ekuivalen








200 unit, 50% selesai


= 100 unit ekuivalen

Contoh :




1.000 unit jadi, 600 unit 25% selesai



















1.000 unit selesai

= 1.000 unit ekuivalen
















600 unit, EWIP, 25% selesai

=    150 unit ekuivalen

Total
= 1.150 unit ekuivalen

2.                  Dua Metode Perlakuan Persediaan Awal Barang Dalam Proses
Pada dasarnya metode rata-rata tertimbang menggabungkan biaya persediaan awal dengan biaya periode berjalan untuk menghitung biaya per unit. Biaya akan dikumpulkan dan hanya satu biaya rata-rata per unit yang dibebankan dan ditransfer keluar maupun yang tersisa dalam persediaan akhir.
Metode FIFO memisahkan unit persediaan awal yang diproduksi selama periode berjalan, dengan asumsi bahwa unit dari persediaan awal diselesaikan pertama kali dan ditransfer keluar semua biaya periode sebelumnya beserta biaya periode berjalan yang diperlukan untuk menyelesaikan produk tersebut.

C.        Kalkulasi Biaya Rata-Rata Tertimbang
Tujuan : Mahasiswa dapat membuat laporan produksi departemen dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang.

            Untuk memudahkan pemahaman berikut ini disajikan contoh untuk menghitung biaya rata-rata tertimbang. Data produksi AMDK merek Segar untuk Bulan april dalam satuan galon adalah sbb :
Produksi            :              
Unit dalam proses produksi, 1 April (75% selesai)                      20.000
Unit jadi dan ditransfer keluar                                                              50.000
Unit dalam proses, 30 April (25% selesai)                                        10.000
Biaya    (dalam juta):
Barang dalam proses, 1 April                                                                   Rp. 3.525
Biaya yg ditambahkan selama April                             Rp. 10.125
            Langkah untu menyusun laporan produksi adalah sbb :
§     Analisis arus fisik
§     Penghitungan unit ekuivalen
§     Penghitungan biaya per unit
§     Penilaian persediaan (barang yang ditransfer keluar dan barang dalam proses akhir)
§     Rekonsiliasi Biaya
Catatan : untuk menyusun laporan produksi dengan menggunakan metode FIFO urutannya sama. Pelajari kembali bagaimana metode FIFO.

D.        Soal Latihan
Tujuan : mahasiswa mampu menjawab dan menyelesaikan soal-soal latihan yang terkait  dengan materi pada bab ini.
1.                   Apa perbedaan antara rangkaian pemrosesan dan pemrosesan pararel.
2.                  Mengapa biaya transfer masuk merupakan jenis khusus dari bahan baku bagi departemen penerimaan?
3.                  Dalam membebankan biaya ke barang yang ditransfer keluar, dimana letak perbedaan metode rata-rata tertimbang dan metode FIFO.
4.                 Departemen B memiliki data-data berikut untuk bulan April :
Unit, barang dalam proses awal                                            -
Unit, yang diselesaikan                                                              500
Unit, barang dlm proses akhir (30% selesai)                  300
Total biaya produksi                                                   $ 1.625

Tugas anda :
§     Menghitung unit ekuivalen pada persediaan akhir barang dalam proses. Dan hitung total produksi ekuivalen untuk departemen B pada bulan Mei.
§     Hitung biaya produksi per unit departemen B pada bulan Mei.
§     Hitung biaya barang yang ditransfer keluar dan hitung biaya persediaaan akhir barang dalam proses.
5.            PT. Warna Agung memproduksi cat untuk interior dan eksterior pada tiga departemen : penggilingan, pencampuran dan pengalengan. Berikut adalah data dari departemen penggilingan pada bulan Maret (ukuran dalam kg).



Produksi :
Unit, dalam proses, 1 Maret (60% selesai)                        40.000
Unit, yang diselesaikan & ditransfer keluar                  100.000
Unit, dlm proses, 31 Maret (20% selesai)                          20.000
            Biaya  :
Barang dalam proses, 1 Maret (dalam jutaan)                      Rp. 187.200
Biaya yang ditambahkan selama bulan Maret     Rp. 629.200
Tugas anda :
§     Menganalisis arus fisik untuk departemen penggilingan pada bulan Maret.
§     Menghitung unit produksi ekuivalen untuk departemen penggilingan pada bulan Maret.
§     Menghitung biaya per unit untuk departemen penggilingan pada bulan Maret.
§     Menghitung biaya unit yang ditransfer keluar dan biaya persediaan akhir barang dalam proses.
§     Menyusun rekonsiliasi biaya untuk departemen penggilingan bulan Maret.
§     Buatlah laporan biaya produksi untuk departemen penggilingan bulan Maret.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar